"Badintot"

Senin, 28 Januari 2013

Sistem Reservasi Abacus 1

Seperti halnya Sistem SABRE, Abacus juga menggunakan entri yang hampir sama. Berikut tampilan welcome screen dari abacus

Photobucket

Sebelum mulai masuk dalam reservasi, ada satu hal yang harus diketahui oleh setiap reservation staff, yaitu keybord mapping. Dalam menggunakan Abacus diperlukan karakter tertentu yang tidak ada secara langsung di keyboard komputer. Berikut karakter yang digunakan dan tombol pada keyboard yang merepresentasikannya.
  • Karakter ¤ (chain) , tombol yang harus ditekan adalah tombol [ (buka kurung), letaknya disebelah tombol P.
  • Karakter ¥ (andy), tombol yang harus ditekan adalah tombol ' (tanda petik), letaknya disebelah tombol ; (titik koma)
  • Karakter * (display), tombol yang harus ditekan adalah tombol = (sama dengan), letaknya disebelah angka 0 (nol)
  • Karakter § (dollar), tombol yang harus ditekan adalah tombol \ (back slash)
Langkah-langkah reservasi dasar dalam Abacus adalah sebagai berikut:
1. Cek Seat availability dengan perintah 1(tglbln)(rute)(chain)(Airline) kemudian enter, misal 118JULJOGKUL¤MH. Tampilannya adalah sebagai berikut: Photobucket
2. Dapat kita lihat hasil pencarian kita, untuk menentukan kelas apa yang bisa kita ambil maka kita perlu membuka fare quote dengan perintah FQ(rute)(tglbln)-(airline) kemudian enter. Contohnya FQJOGKUL18JUL-MH. Sistem akan merespond sebagai berikut:
 Photobucket
Dapat kita lihat bermacam-macam booking kelas yang tersedia untuk rute tersebut. Misalnya penumpang ingin penerbangan OW saja, maka kita cek bahwa kelas terrendah adalah kelas S, maka kita ambil kelas tersebut.
3. Untuk mengambil seat menggunakan perintah o(jmlhpax)(booking class)(segmen) kemudian enter. Misal 01s13. Respond sistem adalah:
 Photobucket
4. Selanjutnya tinggal memasukkan data-data penumpang seperti nama (menggunakan -(nama)), nomor telepon (menggunakan 9(notelp)), informasi agent(menggunakan N*¤§ NM1/(nama staff agent)-A , memasukkan time limit (menggunakan 7TAW/), setelah itu recieve from (menggunakan 6(inisial)) dan mengakhiri transaksi dengan ER. Berikut tampilannya:
 Photobucket
5. Nah, sekarang kita telah berhasil membuat sebuah reservasi. Hasil dari reservasi tadi adalah sebagai berikut:
Photobucket
to be continued...

www.yusufbadillah.blogspot.com

Senin, 14 Januari 2013

KISAH NYATA : Hidup Bocah Polos Zhang Da Menginspirasi Banyak Orang



Zhang Da harus menanggung beban hidup yang berat ketika usianya masih sangat belia. Tahun 2001, ketika usianya menjelang 10 tahun, Zhang Da harus menerima kenyataan ibunya lari dari rumah. Sang ibu kabur karena tak tahan dengan kemiskinan yang mendera keluarganya. Yang lebih tragis, si ibu pergi karena merasa tak sanggup lagi mengurus suaminya yang lumpuh, tak berdaya, dan tanpa harta. Dan ia tak mau menafkahi keluarganya.

Maka Zhang Da yang tinggal berdua dengan ayahnya yang lumpuh, harus mengambil-alih semua pekerjaan keluarga. Ia harus mengurus ayahnya, mencari nafkah, mencari makanan, memasaknya, memandikan sang ayah, mencuci pakaian, mengobatinya, dan sebagainya.

Yang patut dihargai, ia tak mau putus sekolah. Setelah mengurus ayahnya, ia pergi ke sekolah berjalan kaki melewati hutan kecil dengan mengikuti jalan menuju tempatnya mencari ilmu. Selama dalam perjalanan, ia memakan apa saja yang bisa mengenyangkan perutnya, mulai dari memakan rumput, dedaunan, dan jamur-jamur untuk berhemat. Tak semua bisa jadi bahan makanannya, ia menyeleksinya berdasarkan pengalaman. Ketika satu tumbuhan merasa tak cocok dengan lidahnya, ia tinggalkan dan beralih ke tanaman berikut. Sangat beruntung karena ia tak memakan dedaunan atau jamur yang beracun.

Usai sekolah, agar dirinya bisa membeli makanan dan obat untuk sang ayah, Zhang Da bekerja sebagai tukang batu. Ia membawa keranjang di punggung dan pergi menjadi pemecah batu. Upahnya ia gunakan untuk membeli aneka kebutuhan seperti obat-obatan untuk ayahnya, bahan makanan untuk berdua, dan sejumlah buku untuk ia pejalari.

Zhang Da ternyata cerdas. Ia tahu ayahnya tak hanya membutuhkan obat yang harus diminum, tetapi diperlukan obat yang harus disuntikkan. Karena tak mampu membawa sang ayah ke dokter atau ke klinik terdekat, Zhang Da justru mempelajari bagaimana cara menyuntik. Ia beli bukunya untuk ia pelajari caranya. Setelah bisa ia membeli jarum suntik dan obatnya lalu menyuntikkannya secara rutin pada sang ayah.

Kegiatan merawat ayahnya terus dijalaninya hingga sampai lima tahun. Rupanya kegigihan Zhang Da yang tinggal di Nanjing, Provinsi Zhejiang, menarik pemerintahan setempat. Pada Januari 2006 pemerintah China menyelenggarakan penghargaan nasional pada tokoh-tokoh inspiratif nasional. Dari 10 nama pemenang, satu di antaranya terselip nama Zhang Da. Ternyata ia menjadi pemenang termuda.

Acara pengukuhan dilakukan melalui siaran langsung televisi secara nasional. Zhang Da si pemenang diminta tampil ke depan panggung. Seorang pemandu acara menanyakan kenapa ia mau berkorban seperti itu padahal dirinya masih anak-anak. "Hidup harus terus berjalan. Tidak boleh menyerah, tidak boleh melakukan kejahatan. Harus menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab," katanya.

Setelah itu suara gemuruh penonton memberinya applaus. Pembawa acara menanyainya lagi. "Zhang Da, sebut saja apa yang kamu mau, sekolah di mana, dan apa yang kamu inginkan. Berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah dan mau kuliah di mana. Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebutkan saja. Di sini ada banyak pejabat, pengusaha, dan orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!" papar pembawa acara.

Zhang Da terdiam. Keheningan pun menunggu ucapannya. Pembawa acara harus mengingatkannya lagi. "Sebut saja!" katanya menegaskan.

Zhang Da yang saat itu sudah berusaha 15 tahun pun mulai membuka mulutnya dengan bergetar. Semua hadirin di ruangan itu, dan juga jutaan orang yang menyaksikannya langsung melalui televisi, terdiam menunggu apa keinginan Zhang Da. "Saya mau mama kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri. Mama kembalilah!" kata Zhang Da yang disambut tetesan air mata haru para penonton.

Zhang Da tak meminta hadiah uang atau materi atas ketulusannya berbakti kepada orangtuanya. Padahal saat itu semua yang hadir bisa membantu mewujudkannya. Di mata Zhang Da, mungkin materi bisa dicari sesuai dengan kebutuhannya, tetapi seorang ibu dan kasih sayangnya, itu tak ternilai.

Pelajaran moral yang tampak sederhana, tetapi amat bermakna. Setuju kan?

www.yusufbadillah.blogspot.com

Mundur Untuk Menjadi Lebih Baik

Suatu hari seorang murid dan guru berjalan menuruni gunung menuju ke kota, di dalam perjalanan mereka bertemu anak sungai yang aliran airnya tidak terlalu deras, saat itu sang guru melangkahi sungai tersebut dengan sangat mudah, walaupun sungai tersebut cukup lebar.

Sang murid yang melihat gurunya dengan sangat kagum, dan sang guru memintanya untuk mengikuti langkahnya. Sang murid merasa ia tidak mampu melangkahi sungai tersebut hanya dengan satu langkah lebar, maka murid tersebut berjalan mundur dua langkah dan berlari kecil melompati sungai tersebut, hap, sungai itu berhasil dilalui.

Semakin jauh perjalanan mereka, rintangan yang dihadapi pun semakin berat, sang murid mengikuti gurunya di belakang dengan sangat hati-hati.

Tibalah mereka di sebuah jurang yang cukup terjal, namun tidak terlalu lebar. Di ujung jurang tersebut sang guru melangahkan kaki dengan yakin dan langkah pasti yang lebar, sang guru berhasil melangkahkan kakinya di sebrang jurang. Sang murid yang melihatnya sangat terkejut, sang guru pun berkata.

“Ayo melangkahlah menuju sisi jurang ini, lebar jurang ini sama seperti sungai yang kita lalui sebelumnya !”

Sang murid, yang melihat gurunya di sebrang jurang menunjukkan sebuah raut keraguan di wajahnya. Dengan seksama ia perhatikan lebar jurang tersebut, kedalamannya dan melihat ke belakang.

Dengan penuh kepastian ia mengambil lima langkah mundur dan bersiap menyebrangi jurang tersebut dengan berlari dan meloncat sepenuh tenaga, dan sekali lagi perhitungannya tepat. Sang murid berhasil menyebrangi jurang tersebut berkat kecerdikannya.

Sesampainya di sebrang jurang sang guru mengelus lembut kepala muridnya sambil berkata

“Wahai muridku, tahukah engaku apa yang membedakan loncatanmu saat di sungai dan di tepi jurang ? Walaupun dengan lebar yang sama, namun kau dapat melihat rintangan yang berbeda dari kedua hal tersebut, karena itu kau mengambil langkah mundur yang lebih banyak saat loncat di tepi jurang untuk memastikan keselamatanmu.

Begitu juga dengan kehidupan, saat tantangan hidup di depanmu lebih besar, kau harus melangkah mundur sedikit lebih banyak agar kita mampu mengatasi segala kemungkinan yang ada dan meloncat lebih tinggi.

Saat kau mengalami suatu kemunduran dalam hidupmu, entah itu kegagalan, jatuh, dikhianati, mungkin itulah langkah mundurmu agar dapat melompat lebih tinggi dan meraih setiap kesuksesanmu.

Ngakak Gan...!!! :D

Ngatiyem, TKI asal Jawa tengah yang bekerja di Amerika Serikat menyaksikan kecelakaan beruntun di jalan raya tak jauh dari tempatnya bekerja. Karena jiwa penolongnya yang begitu tinggi, dia segera menelpon 911 untuk meminta bantuan.. Ketika Petugas bertanya: "Good morning Mam, may I help you?" Ngatiyem baru tersadar akan kemampuan Bahasa Inggrisnya yang sangat terbatas. Tapi, karena waktu itu sudah kepalang tanggung, dia pun nekat melanjutkan pembicaraan. "Begini officer. One car come, one car go. The third car nabrak, lha njur, everything ya broke. One car no stop. One, two, three cars, bum! bum! buuum! You know?! And then, mak grobiiiyyyaaak! Yes, like that. Like the rolling stones gumlundhung from the mountain...krosak.. krosak.. krosak.. ! Gabrus, gabrus, gabrus!!"

Ngatiyem mengambil nafas lalu melanjutkan laporan pandangan matanya : "Wah, one car ngguling ping pirang-pirang. The sound like mirror-mirror on the wall dibandhem watu. Krompyaaang!!! One people game over, one man bloody-bloody, one woman cry-cry so loudly!" Ngatiyem pun menutup laporannya : "Bingung aku! Wis ngene wae officer. Send me nguing nguing car quickly yoooo!!!! *hebaaaaatttttt

 www.yusufbadillah.blogspot.com

resapi saja cukup.



Cerita Inspiratif

"Langitpun Mendoakan Kesetiaan Suami Istri Ini"

Ratusan tahun yang lalu, pada malam yang sunyi, seorang istri sedang menunggu kepulangan suaminya. Biasanya, sang suami tidak pernah pulang hingga semalam ini. Sang istri juga tidak tahu apa yang membuat sang suami belum sampai di rumah.

Dalam hati yang cemas dan bingung, sang istri menunggu dengan setia. Rasa kantuk dan lelah dia tahan demi menunggu kepulangan sang suami. Rumah yang sangat sepi dan tidak terlalu besar itu menjadi saksi betapa sang istri berjuang sekuat tenaga untuk menahan kantuk yang teramat sangat. Dengan setia.. dia terus menunggu dan menunggu. Teramat lama.. tetapi sang suami belum juga pulang.

Sang istri tidak ingin menunggu di dalam kamar, dia menunggu dengan menyandarkan punggung di pintu depan. Dia sangat mencemaskan suaminya. Doa demi doa dia panjatkan untuk keselamatan sang suami.

Tidak berapa lama, di luar sana, seorang laki-laki berwibawa datang, dialah sang suami yang sejak tadi ditunggu kepulangannya oleh sang istri. Ada beberapa hal yang harus dia selesaikan sehingga kepulangannya sangat terlambat.

Pria itu sangat lelah, ingin segera melepas kepenatan dan kantung di dalam kamarnya. Tetapi saat dia ingin mengetuk pintu kamar, dia teringat akan istrinya. Istrinya pasti sudah tidur, jika dia mengetuk, istrinya akan bangun. Sang suami tidak sampai hati jika harus membangunkan istrinya di malam yang sangat larut. Diurungkan niat itu, dia tidak jadi mengetuk pintu.

Akhirnya sang pria melebarkan sorbannya, dia pakai sorban itu sebagai alas untuk tidur di depan pintu depan rumahnya. Udara yang dingin menusuk tidak dia hiraukan. Lebih baik sang istri tidur dan dia menahan dinginnya malam yang merasuk hingga tulang.

Tanpa diketahui, kedua insan tersebut saling tertidur di pintu yang sama, saling menunggu, saling setia. Sang istri tidak ingin tidur nyenyak sementara tidak tahu kapan suaminya pulang. Sedangkan sang suami, dia tidak ingin mengganggu tidur istrinya. Keduanya sama-sama merelakan tempat tidur yang nyaman demi sebuah kesetiaan dan cinta. Sang istri rela tidur di lantai demi menyambut kedatangan sang suami. Sedangkan sang suami, rela kedinginan teramat sangat dalam tubuh lelah demi tidak ingin membangunkan istrinya.

Jauh di atas langit yang tidak tergapai manusia

Ratusan malaikat mendoakan suami istri tersebut..

Betapa tulus dan suci rasa cinta keduanya. Saling mengasihi, saling mencintai, saling menyayangi dan menghormati. Keduanya melakukan dengan tulus, tanpa merasa berkorban atau dikorbankan."

 

www.yusufbadillah.blogspot.com