"Badintot"

Selasa, 11 Desember 2012

puisi karya gue...

Aku bukan penulis,
namun aku hanya mengutip suatu hal yang selalu membuatku bimbang,
Berlari entah untuk apa,
Berjalan tanpa tujuan,
Bersedih untuk merangkul bahagia,
Bahagia untuk melepas kesedihan,
Kelam bukan untuk gelap namun uktukmenemukan secercah cahaya dan meraihnya demimemeluk harapan kesuksesan mencapaiimpian untuk menjadi seorang penulis sesungguhnya

NAFAS TERAKHIR
Jika semua ini memang harus terjadi
Maka terjadilah saja
Aku bukan siapa-siapa
Aku bukanlah segalanya
Kehidupan ini bagiku hanyalah sebuat cerita yang telah terukir abadi

Biarkan aku pergi
Biarkan aku meninggalkan penderitaanku tanpa bekas
Aku hanya ingin beristirahat dengan tenang
Walaupun itu berarti selamanya
Aku hanya ingin mecari secercah ketenangan

Mungkin langkahku harus terhenti sampai disini
Karena ku tak tahu lagi kemana harus melangkah dengan beban ini
Duniaku begitu gelap dan suram
Tiada lagi terang menyinari
Bahkan tak ada lagi yang peduli
Biarkan lah aku pergi diiringi sendu yang bernyanyi terbahak

PERISTIRAHATAN TERAKHIR

Kini dunia ini hampa
Sepi bagai tak berpenghuni
Tak ada lagi canda tawamu
Dan tiada lagi cerita tentang dirimu

Air mataku jatuh berlinang
Saat dirimu terbaring kaku
Tak pernah terbesit dibenaku
Tak ada firasat daalam hatiku

Kau pergi jauh dan takkan kembali
Meninggalkan sejuta kenangan
Tenanglah dalam peristirahatan panjangmu
Ku takkan pernah melupakanmu,Ayah…
selamat jalan……

KEPERGIAN SOSOK AYAH

Ku lihat awan mendung hitam nan pekat
Bergelombang seolah tak mampu jauh dari pandangan
Bahkan hembusan anginpun seolah menghantam
Tuk mengiringi kepergianmu bersama isak tangis dan jerit

Ayah…
Tiada hingar bingar
Tiada lagi gelak canda tawamu
Yang terngiang hanya lantunan ayat suci

Kau mengisahkan kenangan inddah di hati
Wajah mu dulu yang ceria
Kini hanya terlihat pucat pasi
Berselimutkan kain putih

Ingin ku menangis
Ingin ku teriak
Namun semuanya takkan berarti lagi
Sebab semua telah menjadi takdir ilahi

KERINDUANKU

Hal indah telah ku dapat darimu
Kenanganmu begitu melekat di benaku
Mengapa kini kau pergi menjauh
Ingin rasanya ku memelukmu
Tapi kusadar akan kenyataan
Pahit rasanya jika dikenang
Ayah telah pergi jauh
Ke suatu tempat yang tak bisa ku gapai
Tempat yang penuh kebahagiaan abadi
Kerinduanku tak terbendung
Sangat ingin ku sampaikan rasa yang membelenggu
Hanya tangis yang kuperbuat
Namun tangisku bukan kesedihan
Bukan penyesalan,bukan pula kebencian
Hanya teringat kan pada jasa-jasamu
Hanya merenung dan hanya mengucap doa yang diselipkan dalam air mata
Tak kan pernah ku hentikan sebaris doa untukmu
Bahagialah disana AYAH…
Dengan kebahagiaan abadi
Disamping Allah yang menyayangimu….

KELUHAN YANG TAK BERMAKNA

Tuhan aku ingin sembuh
Kenapa kau pilih aku untuk menaggung derita ini,
Tegarkan aku Tuhan.
Andai aku diberikan kesempatan terakhir untuk memohon,biarkan orang yang menyayangi dan ku sayangi bahagia dengan tidak bernasib sama denganku
Sungguh aku lelah dan ingin berontak
Namun itu hanya bisa dibayangkan dan hanye berpasrah diri
Ingin  ku cucurkan air mata yang terbendung ini
Ingin ku teriak dan berlari
Aku tak kuasa menerima semua ini..
Tuhan, haruskah aku berakhir sebelum masa tuaku
Akankah aku merasakan kebahagiaan yang indah sebelum hembusan nafas terakhirku
Tuhan, izinkan aku hidup lebih lama lagi
Untuk menghiasi lukisan senyum di wajah-wajah tulus yang ada di sekitar ku
Aku tak ingin menjadi air mata yang mereka teteskan untuk deritaku
Aku ingin air mata itu haru bahagia mereka kepadaku
Tuhan, jika aku pantas memohon
Aku ingin  sembuh dan kembali


Saat beban menimpaku terus menerus
Saat semua masalah menghujamku
Saat aku sulit mengahdapi pahitnya kenyataan ini
Saat aku lemah tak berdaya karena derita
Kala itu aku ingin pergi jauh
Ke tempat yang luas dan sunyi
Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya
Aku ingin menangis tersedu
Aku ingin berlari tanpa henti
Aku ingin melebur semuanya….!!
Aku lebih memilih kehadiran seseorang saat aku duka
Dari pada kehadiran ribuan orang saat aku bahagia

Dalam keheningan pagi ku termenungmenatap sang mega mulai berseri
Sang surya mengikis kegelapan malam berganti pagi
Dan sang berkisarpun berkokok
Menyambut sang surya datng menghangatkan alam
Saat sinar mentari menghunus kegelapan
Saat itu semangatku terbakar dan bergejolak
Namun  segala sesuatu ynag terbakar akan menemukan akhir yang menghangus
Begitupun semangatku yang musnah menjadi abu
Semangat yang hilang tertiup sosok dingin yang menyejukan
Menelusup ke relung jiwa
Menghantam motivasi dan inspirasiku hingga hancur
Kini aku tak memiliki semangat untuk bangkit
Semangat belajar,semangat untuk sukses,semangat untuk terus bahagia bahkan aku kehilangan semangat untuk hidup

Abu-abu tanpa kepastian bergelimang kebimbangan membingungkan keteguhan hati yang sudah terlanjur memilih
Mamberikan janji namun untuk diingkari kau bilang ‘ya’ namun hatimu ‘berdusta’kau berikan harapan dan kau sirnakan senyuman

Aku berjalan di antara puing-puinggelapnya malam yang penuh dengan misteri,
Dikala deriata memeluku,
Dikala hidup tidak berarti lagi,
Sirnalah semua anganku,
Leleh diri ini mencari bayangan yang tak pasti…

SOBAT PUTIH ABU-ABU

Aku hanyalah manusia tak berdaya
Khayalku mungkin terlalu tinggi
Hingga aku tak sanggup menggapainya
Dalam jiwa ini bergejolakjutaan kata yang ingin ku ucapkan
Tapi tak satupun dapat kusampaikan
Anganku terbang ke masa silamdimana canda dan tawa begitu lepas ku hempaskan bersamamu
Aku merindukan masa-masa itu
Sobat,ingin ku pinta agar kita bisa bersua
Tuk berpetualang jelajahi goresan penadan menelusuriindahnya dunia Putih Abu-abu
bersama lagi dan selalu bersama

aku memang kehilangan sosokmu
namuan aku tak kehilangan harapmu…AYAH…
aku tersnadung bukan karena ku gagal namun hanya sekedar batu loncatan untuk aku bisa melompat lebih tinggi lagi…



Tidak ada komentar: